Bahaya Jajanan Anak Di Jalan
Bahaya Jajanan Anak Di Jalan. Jajan di jajanan jalanan sepertinya sudah menjadi trend anak sejak dulu. Walaupun sudah diberi bekal dari rumah, si Kecil kadang membeli jajanan jalanan terbawa dan tersugesti dari teman-teman.
Untuk hal yang satu ini ada baiknya orangtua memberi perhatian extra budaya jajan tak sehat tersebut.
Baca juga: Awas! zat berbahaya pada jajanan anak
Tiada bekal apalagi akan menjadi alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah. Pola hidup orangtua akan mempengaruhi kebiasaan si Kecil. Contoh: Orangtua yang tidak menyiapkan bekal karena terburu-terburu serta ketergesaan lagin di pagi hari.
Orangtua harus lebih arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak sehingga jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya pilihlah penganan yang layak harga, ada jaminan higienisnya, bahkan lebih baik lagi menyiapkannya di rumah.
Bahaya kandungan jajanan jalanan antara lain:
Air mentah, beberapa penjual minuman segar seperti dawet, cendol, sirup dsb tak semuanya menggunakan air matang untuk dagangannya. Hal ini karena harga bahan bakar yang tinggi yang tidak menutup untuk harga penjualan. Padahal ini sangat bahaya, minimal diare dapat menyerang si Kecil.
Pemanis dan pewarna buatan, jelly dan permen-permen ataupun kue-kue kecil yang djajakan di lingkungan sekolah tak layak bagi kesehatan. Gula dan pewarna buatan memiliki harga yang cukup jauh dengan gula alami. Padahal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, para ahli menyatakan dapat mengganggu sirkulasi darah, hiperaktif, kanker hingga gangguan mental.
Bahan narkoba, belakangan ini ada kasus yang menyatakan seorang penjaja makananyang menawarkan perme yang dibubuhi narkoba. Si Kecil bisa kecanduan dan menjadi budak narkoba dalam masa depannya.
Kemasan Plastik, hamper semua bahan makanan anak-anak di sekolah dikemas dalam plastik. Pembungkus gorengan, pembungkus es, dll. Padahal tidak semua plastik ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bahan plastik yang terbuat dari campuran bahan kimia ini bisa memberikan andil penyakit kemudian hari.
Trik mengantisipasi budaya jajan jalanan:
http://www.info-sehat.com/inside_level2.asp?artid=1527&secid=23
Untuk hal yang satu ini ada baiknya orangtua memberi perhatian extra budaya jajan tak sehat tersebut.
Baca juga: Awas! zat berbahaya pada jajanan anak
Tiada bekal apalagi akan menjadi alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah. Pola hidup orangtua akan mempengaruhi kebiasaan si Kecil. Contoh: Orangtua yang tidak menyiapkan bekal karena terburu-terburu serta ketergesaan lagin di pagi hari.
Orangtua harus lebih arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak sehingga jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya pilihlah penganan yang layak harga, ada jaminan higienisnya, bahkan lebih baik lagi menyiapkannya di rumah.
Bahaya kandungan jajanan jalanan antara lain:
Air mentah, beberapa penjual minuman segar seperti dawet, cendol, sirup dsb tak semuanya menggunakan air matang untuk dagangannya. Hal ini karena harga bahan bakar yang tinggi yang tidak menutup untuk harga penjualan. Padahal ini sangat bahaya, minimal diare dapat menyerang si Kecil.
Pemanis dan pewarna buatan, jelly dan permen-permen ataupun kue-kue kecil yang djajakan di lingkungan sekolah tak layak bagi kesehatan. Gula dan pewarna buatan memiliki harga yang cukup jauh dengan gula alami. Padahal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, para ahli menyatakan dapat mengganggu sirkulasi darah, hiperaktif, kanker hingga gangguan mental.
Bahan narkoba, belakangan ini ada kasus yang menyatakan seorang penjaja makananyang menawarkan perme yang dibubuhi narkoba. Si Kecil bisa kecanduan dan menjadi budak narkoba dalam masa depannya.
Kemasan Plastik, hamper semua bahan makanan anak-anak di sekolah dikemas dalam plastik. Pembungkus gorengan, pembungkus es, dll. Padahal tidak semua plastik ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bahan plastik yang terbuat dari campuran bahan kimia ini bisa memberikan andil penyakit kemudian hari.
Trik mengantisipasi budaya jajan jalanan:
- Ajak bicara dan ber pengertian tentang bahaya penganan di luar rumah
- Jadwalkan waktu yang regular agar anak bisa sarapan di rumah.
- Jika memungkinkan, beri anak bekal makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi rasa lapar si Kecil.
- Mengolah makanan secara kreatif dan variatif.
- Meberi uang jajan tidak berlebihan dan mensugesti untuk menabung.
http://www.info-sehat.com/inside_level2.asp?artid=1527&secid=23
Bagaimana Cara Yang Tepat Untuk MEMUJI Anak?
Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak
Membaca adalah salah satu kebiasaan yang perlu "ditanamkan" pada diri anak-anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengeluh sulitnya membuat anaknya benar-benar gemar membaca. Kebanyakan anak lebih menikmati sajian televisi daripada membaca buku. Padahal sebagai orang tua tentu kita paham bahwa televisi lebih banyak menyajikan tayangan yang bersifat hiburan semata. Sangat minim tayangan televisi yang menampilkan sisi edukasi.
Sejalan dengan pendapat David Shenk, "Buku/ membaca adalah kebalikan dari menonton/ televisi. Buku memang lambat, namun menarik hati, menginspirasi, mengasah otak, dan menumbuhkan kreativitas."
Nah, pertanyaannya bagaimana cara menumbuhkan minat baca Anak? Di bukunya berjudul "Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini", Masri Sareb menawarkan 8 tips. Ya, 8 tips yang layak untuk kita coba! Apa saja 8 tips tersebut? Ini dia:
Membacakan Cerita Pada Si Jabang
Kebiasaan membacakan buku bermutu pada bayi yang masih dalam kandungan memberi pengaruh positif pada tingkat kecerdasannya. Seperti halnya menperdengarkan musik klasik.
Membacakan Cerita Sebelum Tidur
Tips ini dapat merangsang anak untuk terbiasa dengan buku. Selain itu juga sebagai wujud nyata orang tua memberi teladan cinta buku.
Rekreasi ke Toko Buku atau Taman Bacaan
Rekreasi bukan hanya ke pantai, mall, atau tempat-tempat wisata lainnya. Toko buku dan perpustakaan juga bisa menjadi tempat untuk berekreasi.
Biasakan Memberi Kado Buku
Anak sedang ulang tahun, naik kelas, juara kelas? Saat memberi kado istimewa! Buku bacaan kesukaannya.
Menugaskan Anak Meringkas Bacaan
Meringkas bacaan berarti mendorong anak untuk membaca bahan bacaan yang akan diringkas. Ini adalah tips jitu sekedar "memerintah" anak untuk membaca bahan bacaan tersebut.
Membuat Soal dari Bacaan
Menjawab soal-soal yang jawabannya "menuntut" anak membaca. Ini juga tips jitu yang lain, selain meringkas.
Membiasakan Siswa yang Lulus Memberi Buku Sebagai Kenang-kenangan
Memberi kenang-kenangan buku kepada sekolah yang akan ditinggalkan mendorong anak mengetahui buku yang belum ada di perpustakaan sekolah. Mungkin si anak tidak sempat membaca semua buku yang ada di perpustakaan sekolah, namun setidaknya dia akan melihat buku atau daftar buku yang ada.
Cinta Buku Berawal dari Pangkuan Ibu
Peran orang tua sangat berpengaruh pada "budaya" si anak! Kuncinya pada teladan. Bagaimana si anak dapat melihat dan merasakan ayah dan ibunya mencintai buku. Kemudian si anak akan meniru kebiasaan yang dilihat dan dirasakannya itu.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8418060
Sejalan dengan pendapat David Shenk, "Buku/ membaca adalah kebalikan dari menonton/ televisi. Buku memang lambat, namun menarik hati, menginspirasi, mengasah otak, dan menumbuhkan kreativitas."
Nah, pertanyaannya bagaimana cara menumbuhkan minat baca Anak? Di bukunya berjudul "Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini", Masri Sareb menawarkan 8 tips. Ya, 8 tips yang layak untuk kita coba! Apa saja 8 tips tersebut? Ini dia:
Membacakan Cerita Pada Si Jabang
Kebiasaan membacakan buku bermutu pada bayi yang masih dalam kandungan memberi pengaruh positif pada tingkat kecerdasannya. Seperti halnya menperdengarkan musik klasik.
Membacakan Cerita Sebelum Tidur
Tips ini dapat merangsang anak untuk terbiasa dengan buku. Selain itu juga sebagai wujud nyata orang tua memberi teladan cinta buku.
Rekreasi ke Toko Buku atau Taman Bacaan
Rekreasi bukan hanya ke pantai, mall, atau tempat-tempat wisata lainnya. Toko buku dan perpustakaan juga bisa menjadi tempat untuk berekreasi.
Biasakan Memberi Kado Buku
Anak sedang ulang tahun, naik kelas, juara kelas? Saat memberi kado istimewa! Buku bacaan kesukaannya.
Menugaskan Anak Meringkas Bacaan
Meringkas bacaan berarti mendorong anak untuk membaca bahan bacaan yang akan diringkas. Ini adalah tips jitu sekedar "memerintah" anak untuk membaca bahan bacaan tersebut.
Membuat Soal dari Bacaan
Menjawab soal-soal yang jawabannya "menuntut" anak membaca. Ini juga tips jitu yang lain, selain meringkas.
Membiasakan Siswa yang Lulus Memberi Buku Sebagai Kenang-kenangan
Memberi kenang-kenangan buku kepada sekolah yang akan ditinggalkan mendorong anak mengetahui buku yang belum ada di perpustakaan sekolah. Mungkin si anak tidak sempat membaca semua buku yang ada di perpustakaan sekolah, namun setidaknya dia akan melihat buku atau daftar buku yang ada.
Cinta Buku Berawal dari Pangkuan Ibu
Peran orang tua sangat berpengaruh pada "budaya" si anak! Kuncinya pada teladan. Bagaimana si anak dapat melihat dan merasakan ayah dan ibunya mencintai buku. Kemudian si anak akan meniru kebiasaan yang dilihat dan dirasakannya itu.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8418060
Sponsored
Labels
Ayah dan Ibu
(4)
Download MP3 Lagu Anak
(1)
Fenomena
(5)
Free Download
(5)
Gelombang Otak
(7)
Kesehatan Bayi dan Anak
(9)
Manfaat Terapi Musik
(7)
Otak Bayi Anda Perlu Dirangsang
(4)
Permainan Bayi dan Anak
(6)
SHOP
(1)
Tahapan Perkembangan Bayi
(4)
Testimoni
(1)
Tips
(33)
Tukar Link
(1)

.



